Ruth Marini Ungkap Kerumitan Karakter Sinto Gendeng di Film Wiro Sableng

Purba Wirastama    •    02 Mei 2018 21:01 WIB
film indonesiafilm wiro sablengRuth Marini
Ruth Marini Ungkap Kerumitan Karakter Sinto Gendeng di Film Wiro Sableng
Ruth Marini (Foto: Medcom/Purba)

Jakarta: Aktor teater dan pelatih akting Ruth Marini menjalani debut layar lebarnya di film Wiro Sableng garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko. Tidak tanggung, perannya termasuk besar yaitu guru Wiro Sableng yang bernama Sinto Gendeng.

Dalam wawancara khusus di kantor Lifelike Pictures Jakarta, Ruth bercerita banyak hal kepada Medcom.id mengenai keterlibatannya dalam proyek film laga ini, termasuk betapa kompleks karakter Sinto sebagai pendekar sakti, guru, sekaligus sosok ibu.

"Dia mampu serius, gilanya tetap ada, kasih sayangnya ada, saktinya ada, dalam satu waktu. Dendamnya ada, kekuatannya ada, tapi juga enggak menunjukkan satu (dimensi) bahwa dia (orang) baik saja," kata Ruth yang akrab disapa dengan Uthe, Rabu, 2 Mei 2018.

Menurut Uthe, kerumitan Sinto muncul dari perjalanan panjangnya menghadapi berbagai pengalaman hidup. Dia punya dendam terhadap pendekar bernama Mahesa Birawa, tetapi juga tidak mau meneruskan dendam itu ke anak asuhnya, Wiro. Dia merawat Wiro sejak bayi dan mengajarinya menjadi pendekar sakti.

Di sisi lain, julukan Sinto Gendeng bukan tanpa alasan. Sinto memang kerap berlaku aneh seperti "orang gila". Segala lapisan karakter ini harus ditunjukkan sekaligus oleh Uthe sebagai Sinto.

"Jadi lapisan-lapisan itu harus tampak dalam satu waktu. Karena dia mampu bersikap tenang, mampu menjadi tiba-tiba melankolis, tiba-tiba berubah-ubah," ungkapnya.

Dalam film ini, Uthe memerankan Sinto dalam tiga fase usia berbeda, yaitu 40, 60, dan 80. Pendekar ini punya penampilan khas rambut putih panjang dan sejumlah tusuk konde tertancap. Senjata pamungkasnya adalah Tongkat Kayu Butut.

Wiro Sableng merupakan film adaptasi produksi Lifelike Pictures dan Fox International Production. Angga menjadi sutradara dengan skenario garapan Seno Gumira Ajidarma, Tumpal Tampubolon, serta Sheila Timothy yang sekaligus menjadi produser.

Wiro Sableng direncanakan rilis di bioskop pada September 2018. Naskah sekuelnya sudah dalam tahap pengembangan.





(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

3 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA