Barisan Film Indonesia yang Diangkat dari Kisah Nyata

Cecylia Rura    •    13 Januari 2018 19:03 WIB
trivia film
Barisan Film Indonesia yang Diangkat dari Kisah Nyata
Habibie Ainun mengangkat kehidupan BJ Habibie (Foto: mdpictures)

Jakarta: Berangkat dari kisah nyata, penulis skenario film menggodog berbagai gagasan untuk mengemasnya menjadi sebuah tayangan publik yang menarik. Tidak lupa diselipkan bumbu manis serta asinnya garam untuk membuat komposisi dalam film seimbang.

Tidak hanya mengulik soal kisah tokoh berpengaruh, beberapa kisah nyata inspiratif juga datang dari kehidupan di sekeliling kita.

1. Surat Kecil untuk Tuhan (2011)

Film ini diangkat dari kisah seorang remaja bernama Gita Sesa Wanda Cantika atau akrab disapa Keke. Di usia remaja, Keke yang hidup berkecukupan harus menghadap kenyataan pahit adanya Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) yang menjangkit tubuhnya. Kendati berkutat dengan penyakit mematikan tersebut, Keke masih bisa bersekolah dan mencetak prestasi. Di kehidupan nyata, Keke menghembuskan napas terakhirnya pada 2006.

2. 3 Srikandi (2016)

Film 3 Srikandi mengambil latar tahun 1988. Ini merupakan film biopik yang mengisahkan tentang kehidupan tiga orang atlet panahan asal Indonesia yang berhasil meraih medali pertama di ajang olimpiade. Dikisahkan, lika-liku perjalanan tiga atlet panahan Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani di bawah asuhan Donald Pandiangan yang dikenal sebagai Robin Hood Indonesia hingga berhasil membawa medali kebanggaan.

3. 99 Cahaya di Langit Eropa (2013)

Kisah religi ini diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Sang penulis, Hanum yang berprofesi sebagai jurnalis Indonesia selama tiga tahun menemani suaminya, Rangga Almahendra saat menjalani kuiah doktorat di Vienna. Kehidupan mereka pun digambarkan seolah menapaki jejak-jejak agama Islam di Benua Eropa.

4. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014)

Film drama komedi Indonesia ini terinspirasi dari kisah seorang Merry Riana, perempuan Indonesia yang meraih satu juta dollar pertama di Singapura pada usia 26 tahun. Di samping cerita suksesnya Merry Riana, dikisahkan juga cerita cintanya bersama Alfa serta kehidupan Merry ketika ia harus mengungsi ke Singapura karena kondisi Indonesia yang saat itu kurang stabil.

5. Habibie & Ainun (2012)

Film ini diangkat dari kisah cinta seorang Habibie, mantan orang nomor satu di Indonesia bersama mendiang ibu Ainun. Selain perjalanan cinta Habibie dan Ainun, dikisahkan juga perjuangan Habibie yang kala itu mengemban tugas memimpin negara. Sosok Habibie sebagai seorang kepala rumah tangga, suami dan ayah juga digambarkan dalam film ini.

6. Rudy Habibie (2016)

Kesuksesan film Habibie & Ainun di tahun 2012 arahan sutradara Faozan Rizal menarik perhatian Hanung Bramantyo. Pada tahun 2016 Hanung merilis film Rudy Habibie yang menceritakan kehidupan Habibie semasa kuliah di Jerman serta gadis Polandia, Ilona Ianovska yang sempat mencuri hati Habibie.

7. Soegija (2012)

Sutradara Garin Nugroho mengangkat kehidupan sosok uskup pribumi pertama di Indonesia, Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ dalam sebuah film drama biopik. Dengan apik, Garin menceritakan kisah Soegija yang ikut berperan melindungi dan meringankan beban rakyat Indonesia di tengah carut marut peperangan.

8. Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Selain Soegija, sutradara Garin Nugoroh kembali merilis film biopik drama yang mengambil kisah tokoh Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro) asal Ponorogo, Jawa Timur. Mengangkat latar Islam yang kuat dan kehidupan ningrat, film ini menggambarkan kisah Tjokro yang berjuang membangun organisasi Sarekat Islam.

9. Sang Pencerah (2010)

Sang Pencerah diambil dari kisah nyata penggagas Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Alur cerita didominasi oleh sejarah yang mengajarkan tentang toleransi, serta koeksistensi yang menggambarkan kerjasama yang berbeda keyakinan. Di samping itu, film ini dibumbui kisah masa sekarang di mana kekerasan kerap kali dikaitkan dengan agama.

10. Gie (2005)

Kembali mengangkat tokoh berpengaruh, film arahan sutradara Riri Riza ini menampilkan kisah tokoh bernama Soe Hok Gie, mahasiswa Universitas Indonesia yang juga bergerak sebagai demonstran dan sosok pecinta alam. Film ini sendiri diambil dari Catatan Seorang Demonstran yang ditulis oleh Gie.

 


(ELG)