Depok Super Card, Cara Ngamen yang Naik Kelas

Yatin Suleha    •    09 Februari 2017 18:38 WIB
institut musik jalanan
Depok Super Card, Cara Ngamen yang Naik Kelas
Inisiasi kartu ngamen DSC ini merupakan salah satu solusi mirip license untuk teman-teman pengamen yang bisa bekerja sesuai dengan passion pengamen, yaitu menyanyi di tempat yang lebih baik lagi. (Foto: Dok. IMJ)

Metrotvnews.com, Jakarta: Senin (6/2/2017) malam, Zedi (34) salah satu musisi jalanan nampak sedang mensetting sound system untuk penampilan rutinnya di Institut Musik Jalanan (IMJ). Institut yang bertempat di Jalan Baru Kp. Lio, Depok, Jawa Barat, itu nampak lengang.

Mengunakan celana jeans biru pudar, t-shirt hijau, dan kupluk berwarna gelap, Zedi terlihat sudah siap tampil. Pukul 19.30, tembang "What's Up" dari 4 Non Blondes menjadi lagu pembuka penampilannya di panggung IMJ yang tampak panjang tersebut.

"Ini merupakan salah satu kegiatan rutin di IMJ setiap malam," ujar Andi Akmal Sera Malewa, ST, atau yang akrab disapa dengan Andi Malewa. Andi adalah salah satu pendiri sekaligus pengagas berdirinya IMJ.

Bersama Frysto Guming dan Iksan Skuter, Andi membangun IMJ yang merupakan wadah musisi jalanan berkarya sejak tahun 2013. Karya yang diusung dari musisi jalanan ini bahkan sudah dijual dalam bentuk fisik CD dan digital yang berasal dari Jabodetabek juga seluruh Indonesia.


(Penampilan Zedi dalam IMJ. Dok. Metrotvnews.com)

Lahan Semakin Sulit
Zaman yang semakin berkembang seperti bus (menjadi Transjakarta) dan kereta api (menjadi Commuter line) yang terintegrasi sudah tidak memungkinkan lagi untuk para pengamen, mengamen di tempat-tempat tersebut. Ini menggelitik Andi untuk memikirkan tentang bagaimana solusi terbaik khususnya bagi teman-teman pengamen.

"Dulu juga masih ada warung tenda, dan sekarang sudah dibersihkan karena jalanannya dialihfungsikan menjadi jalan trotoar," ucap lelaki ramah ini.

"Ditambah, Perda Depok No. 16/2012 tentang ketertiban umum yang salah satunya adalah larangan memberi uang kepada pengamen dan larangan mengamen, maka lahan para pengamen pun semakin sempit," terang mantan pengamen yang pernah 8 tahun di jalanan ini.

Solusi Konkret
Dan sejak 2016, Andi melalui Institut Musik Jalanan (IMJ) memperjuangkan sebuah solusi berupa diterbitkannya kartu bebas ngamen dengan nama Depok Super Card (Depok Support Performer Card) yang bersinergi dengan pemerintah Kota Depok.

Program ini bertujuan untuk menata dan memperbaiki kesejahteraan pengamen jalanan di Depok. Depok Super Card, disebut juga dengan Kartu Bebas Ngamen ini menjadi bukti bahwa pengamen telah mendapatkan pelatihan dan pendidikan di IMJ. 

Kemudian dengan kartu itu mereka bisa disalurkan ke kafe dan restoran di Kota Depok untuk melakukan performa di sana. Dengan semakin sering mereka melakukan performa di tempat resmi dan dibayar, diharapkan mereka tidak lagi memenuhi jalanan di Kota Depok. 

Pengamen yang disalurkan ke IMJ mendapatkan pelatihan dan pembinaan dengan dibiayai oleh pemkot Depok.


(Launching DSC, Andi Malewa bersama Walikota dan Wakil Walikota Depok 30 April 2016. Dok. IMJ)

Pengamen Naik Kelas
"Dan, sejak inisiasi kartu ngamen DSC ini hadir, ini merupakan salah satu solusi mirip license untuk teman-teman pengamen yang bisa bekerja sesuai dengan passion pengamen, yaitu menyanyi," ujar Andi.

"Dan mereka bisa saya katakan "Naik Kelas", dalam artian, pengamen dengan skill dan attitude yang baik mampu tampil di tempat-tempat yang lebih baik lagi, seperti tampil di mal, hotel, cafe, dan tempat yang lebih baik lainnya," papar Andi.

"Karena selama ini kalau pun teman-teman pengamen ini dibina, program dari pemerintah itu bukan untuk melatih mereka untuk menjadi musisi, melainkan skill lainnya seperti menjahit, latihan komputer, dan lainnya. Dan sesuatu yang bukan passion mereka, pasti akan membuat mereka (para pengamen) kembali lagi terjun ke jalanan, dan ini jadi masalah," papar Andi.

Mekanisme dan Peran Kartu DSC
Kartu DSC yang digagas oleh IMJ dan diselaraskan bersama pihak pemerintahan Kota Depok ini memiliki mekanisme yang tepat, yaitu mereka yang "terjaring" oleh Satpol PP setempat akan dibawa dan dibina oleh IMJ selama satu tahun.

"Dua album yang IMJ keluarkan, yaitu "Kalahkan Hari Ini" dan "Menuju #Cerah" merupakan sebuah bukti bahwa program yang digagas oleh IMJ ini tepat sasaran. Teman-teman yang "ditangkap" ini kami lakukan pembinaan selama satu tahun, poin utamanya adalah tentang bagaimana menjadi musisi yang baik," tukas Andi.



(Glenn Fredly-coaching vokal IMJ yang berkolaborasi dengan Sinyo, yang tampil bersama dalam konser Musik tanah air LIZTOMANIA yang berlangsung pada tanggal 21 Oktober 2016 di Gedung Kesenian Jakarta. Dok. Liztomania)

Tak sampai di situ, dasar-dasar etika seperti bagaimana bersikap yang baik dan sopan ketika tampil itu juga diajarkan oleh IMJ. "Attitude, penampilan, kami ajarkan selain tentunya kemampuan musiknya," terang Andi. 


DSC Meningkatkan Kualitas Pengamen
Dari sini, DSC menjadi sebuah statement bagi para militan (sebutan Andi untuk pengamen), karena melalui pengetahuan musik, recording, hingga aturan dasar turut dipelajari. "Dan ini tentu saja membuka wawasan mereka," tukas Andi.

"Kami mulai dari kelas dasar etika-bagaimana tampil yang baik di muka umum, menyapa audience dengan santun, vokal yang benar, bermusik yang berkualitas, bergitar yang baik, sampai recording, kami berikan," tukas Andi.

"Dan dibantu juga oleh musisi-musisi handal lainnya seperti Glenn Fredly, Superglad, Slank, Barry Likumahuwa, dan musisi papan atas lainnya yang turut sharing dan memberikan wawasan dan ilmu bagi kecakapan kemampuan mereka," ulas pengagas IMJ yang sekarang akunya sudah ada hingga ratusan orang  yang tergabung di dalamnya.

Senada dengan Andi, Zedi yang asal Banyumas ini mengatakan bahwa sejak masuk IMJ sekitar satu tahunan lalu, DSC menjadi wadah positif yang mampu menyalurkan karya para pengamen untuk bisa meningkatkan kualitas hidup mereka.

"Saya merasa jadi performer yang lebih baik lagi sejak masuk ke IMJ, apalagi dengan adanya kartu DSC ini," aku Zedi.

"Tampil di tempat yang lebih baik lagi seperti di mal, cafe, radio, tv bukan cuma mimpi. Karena kami hadir melalui kreatifitas kami dalam ajang yang lebih baik dan positif serta lebih dihargai," kesan Zedi.

Andi mengatakan bahwa terbentuknya IMJ dan DSC ini membuatnya lebih bahagia. "Karena melihat teman para militan lainnya ini bisa hidup dengan passionnya. Manggung di tempat yang lebih baik, dengan skill yang lebih bagus, dan mampu tampil layak di event-event besar, ini merupakan suatu kebahagiaan yang tidak terkira," tutup Andi.





(TIN)

Sempat Terlilit Utang, Souljah Kini Menuju Dua Dasawarsa

Sempat Terlilit Utang, Souljah Kini Menuju Dua Dasawarsa

2 weeks Ago

Memulai langkah dengan 'nekat', Souljah kini menjadi salah satu band reggae cukup diseg…

BERITA LAINNYA