Yoshi Sudarso, Sang Imigran dan Film yang Membawanya Pulang

Purba Wirastama    •    18 Juli 2018 15:04 WIB
sineas kita
Yoshi Sudarso, Sang Imigran dan Film yang Membawanya Pulang
Ario Bayu dan Yoshi Sudarso dalam Buffalo Boys (Foto: Screenplay Infinite Films)

Jakarta: Yoshi Sudarso, yang dikenal sebagai stuntman dan salah satu aktor serial Power Rangers, menjalani debut aktingnya dalam sinema Indonesia lewat film Buffalo Boys. Yoshi memerankan satu tokoh yang menurutnya, punya satu kesamaan dalam hal status sebagai imigran yang besar di negara asing.

"Banyak yang spesial untuk film ini. Satu, ini cerita orang imigran," kata Yoshi dalam sesi wawancara khusus dengan sejumlah media di kantor Screenplay Films Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

"Sebagai imigran, kami pergi dari negara rumah, tinggal di negara asing, biasanya enggak punya banyak uang, enggak tahu profesi, harus cari ke sana kemari untuk hidup. Terus ya, bingung banget, sudah bikin kehidupan di sini, lalu kembali lagi ke negara rumah, tetapi rasanya kayak negara asing lagi. Jadi, di mana rumahku?" ungkap Yoshi merefleksikan perjalanan hidupnya 20 tahun terakhir. 

Yoshi lahir di Indonesia pada 1989. Pada usia 9 tahun, dia harus ikut pindah ke New York bersama keluarganya karena alasan keamanan. Setelah lulus dari studi matematika, Yoshi justru menapaki karier di industri perfilman Amerika. Dia mengawalinya dengan menjadi stuntman untuk proyek film dan serial. 

Yoshi sempat menjadi salah satu aktor serial Power Rangers. Setelah itu, dia ingin lebih serius dan fokus ke profesi stuntman. Namun kemudian, datang tawaran akting untuk Buffalo Boys yang sulit dia abaikan. Padahal pada saat bersamaan, dia juga mendapat tawaran kontrak delapan tahun menjadi stuntman di sebuah proyek besar Hollywood.

Bagi imigran Asia sepertinya, profesi stuntman di industri Hollywood bisa menjadi sumber penghasilan cukup besar. Namun kesempatan untuk mengasah kemampuan akting dan tampil di panggung sebagai aktor adalah perjalanan yang juga menarik dan menantang.

Pada akhirnya, dia mengambil tawaran akting di Buffalo Boys sebagai tokoh bernama Suwo. Dalam kisah film ini, Suwo dan Jamar (Ario Bayu) saudaranya adalah dua putra Sultan dari Jawa era kolonial yang dilarikan ke Amerika karena alalsan keamanan. Setelah dewasa, Suwo dan Jamar kembali ke tanah kelahiran. 

Sebagai catatan tambahan, Ario Bayu juga pindah ke luar negeri saat berusia 9 tahun. 10 tahun kemudian, dia menimbang untuk kembali ke Indonesia.

Menurut Yoshi, dia dan Ario punya kemiripan itu dengan tokoh Suwo dan Jamar, imigran yang menghadapi benturan gagasan mengenai konsep "rumah" dan negeri asing. 

"Kami berdua lahir di sini, besar di luar negeri. Kami harus belajar lagi soal kultur. Bahasa Indonesia itu yang paling susah untuk aku (...). Kami punya perjalanan sama dalam hidup, dari sini, pindah ke negara lain, lalu kembali," tukas Yoshi.



Yoshi Sudarso (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Namun kebetulan tidak hanya itu saja. Dalam film ini, Yoshi memerankan koboi western yang berasal dari Jawa. Dia sudah cukup familiar dengan karakter ini karena pada saat awal bekerja sebagai pemain pertunjukan, dia tampil sebagai koboi lengkap dengan pistol. 

"Namun Suwo pakai dua pistol, tetapi tangan kiriku enggak jago. Jadi itu yang harus aku latih," ujarnya.

Dalam praproduksi film ini, Yoshi butuh waktu sebulan untuk melancarkan kemampuan berdialog dalam bahasa Indonesia. Dia dilatih khusus oleh Yayu Unru. Selain itu, rekan pemain seperti Ario dan Pevita Pearce juga ikut membantu. Salah satu kata yang asing dan sulit diucapkan Yoshi adalah "menunggang". 

"Ada banyak kata yang bahkan aku enggak pernah dengar, seperti 'menunggang'. Awal waktu pertama dengar, susah banget (diucapkan). Aku kan di sini hanya sembilan tahun, sehingga bahasa Indonesia kayak bahasa anak kecil, enggak pernah pakai menunggang," terangnya. 

Film ini disutradarai Mike Wiluan, yang juga menulis naskah bersama Rayya Makarim. Ini menjadi debut Mike sebagai sutradara film panjang, setelah sebelumnya dikenal sebagai produser Headshot, Rumah Dara, dan Beyond Skyline. Produksi dilakukan bersama oleh Infinite Frameworks, Screenplay, dan Zhao Wei Films.

Buffalo Boys telah diputar perdana di Fantasia International Film Festival di Kanada pada 14 Juli lalu, lalu menyusul tayang Festival Film Asia New York pada 15 Juli. Untuk Indonesia, Buffalo Boys dijadwalkan rilis di bioskop pada Kamis, 19 Juli.

 


(ASA)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA